Kasus Positif Terus Bertambah, Enrekang Sulsel Kini Jadi Zona Merah Corona
Ilustrasi/SINDOnews/Dok

Berita Kita, Enrekang – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, mengonfirmasi penambahan lima kasus positif virus Corona di daerahnya. Sebanyak tiga dari lima kasus baru itu adalah tenaga kesehatan.

“Ada tambahan lima kasus baru, tiga di antaranya adalah tenaga kesehatan,” kata Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Enrekang, Sutrisno, saat dikonfirmasi, Jum’at (28/5/2021).

Lima kasus baru di Enrekang adalah tiga tenaga kesehatan, yaitu perempuan berinisial SH (27), S (47), dan F (31), serta dua orang asal Sudu, Kecamatan Ala, yaitu laki-laki berinisial R (42) dan RA (16), yang merupakan ayah dan anak. Saat ini, pasien tersebut telah dirujuk ke Kota Makassar untuk menjalani masa isolasi.

Dengan penambahan kasus tersebut, saat ini total kasus COVID-19 di Enrekang sebanyak 13 orang. Sutrisno menyebut Enrekang saat ini berstatus zona merah Corona.

“Status Enrekang sekarang zona merah, karena sudah ada 13 kasus dan sudah menjadi transmisi lokal,” ujarnya.

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja Meninggal Dunia
Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja melantik 543 Aparatur Sipil Negara dan pejabat fungsional secara virtual di Command Center Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Selasa (4/8). (Foto: Pradita Kurniawan Syah)

Berita Kita, Makassar – Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja meninggal dunia karena terpapar Covid-19. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Kepala Sub Bagian Komunikasi Pimpinan, Bagian Protokol dan Komunikasi, Sekda Kabupaten Bekasi, Ramdhan Nurul Ikhsan, Minggu (11/7/2021).

“Innalillahi wa innailahi rojiun telah Berpulang Ke Rahmatullah H. Eka Supria Atmaja Bupati Bekasi Hari ini 11 Juli 2021 Jam 21.30 WIB,” kata Ramdhan.

Sebelum meninggal, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja dirawat di ICU Rumah Sakit Siloam Kelapa Dua, Tangerang, karena positif corona.

Eka Supria dirawat di ICU karena memiliki penyakit bawaan atau komorbid. Eka merupakan Bupati Bekasi periode 2019-2022.

Dia menggantikan Neneng Hasanah Yasin yang tersangkut kasus suap perizinan Meikarta. Sebelumnya, Eka Supria merupakan Wakil Bupati Bekasi.

Kodim 1414 Tana Toraja Sudah Vaksin 3.380 Warga
Vaksinasi Covid-19 Kodim 1414 Tana Toraja di Gedung Tammuan Mali’, Sabtu (1072021)

Berita Kita, Makassar – TORAJA_Kodim 1414 Tana Toraja, Sulawesi Selatan menggelar vaksinasi Covid-19 secara massal, . Vaksinasi tersebut bertajuk ‘Serbuan Vaksinasi Kodim 1414 Tana Toraja’. Dimulai sejak Rabu (6/7/2021) lalu, vaksinasi disambut antusias warga.Di mana hingga saat ini sudah 3.380 warga disuntik vaksin tahap pertama.Rinciannya, 1.473 warga Tana Toraja dan 1.907 warga Toraja Utara. “Serbuan vaksin ini kita lakukan untuk menjaga masyarakat dari virus Covid-19 dan memutus mata rantai penyebarannya,” ungkap Dandim 1414 Tana Toraja, Letkol Inf Amril Hairuman Tehupelasury Sabtu siang.Amril mengatakan, serbuan vaksinasi ini masih akan berlanjut. Adapun saat ini, pihaknya menyiapkan sebanyak 347 vial vaksin jenis sinovac untuk 3.800 orang.

Vaksin Dijual di Klinik,Harganya Rp 321.660 per Dosis
Ilustrasi vaksinasi COVID-19 (Gambar oleh Spencer Davis dari Pixabay)

Berita Kita, Palopo – Pemerintah melalui klinik Kimia Farma memberikan layanan individu bagi masyarakat.layanan ini rencananya akan dibuka mulai senin 12/7/2021.

Pada tahap awal ini setidaknya akan ada delapan klinik Kimia Farma yang menyediakan layanan vaksinasi individu yang terdapat di enam kota.namun kedepannya akan di perbanyak jumlah kota yang bisa menyediakan layanan ini.

Kementrian Kesehatan menetapkan tarif vaksin individu melalui keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021 tentang Penetapan Besaran Harga Pembelian Vaksin Produksi Sinopharma .

Dalam keputusan ini tarif pembelian vaksin ditetapkan sebesar  Rp 321.660 per dosis.sehingga jika dua kali suntik maka membutuhkan dua dosis.kemudian tarif maksimal pelayanan vaksinasi ditatapkan pemerintah sebesar Rp 117.910 per dosis.

Dengan tarif tersebut maka setiap masyarakat  yang ingin melakukan vaksinasi individu harus mengeluarkan biaya  sebesar Rp 879.140 untuk menyelesaikan tahapan vaksinasinya.

Ribuan Calon Jamaah Haji Asal Sulsel Batal Naik Haji
Ilustrasi Jemaah Haji (Dok. Kemenag)

Berita Kita, Makassar – Kurang lebih Sebanyak 7.272 jumlah calon jemaah haji (calhaj) Sulawesi Selatan dipastikan batal berangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji 2021, meski para Calon haji sudah divaksin COVID-19.

Pembatalan pemberangkatan calhaj Indonesia, khususnya di Sulsel sesuai dengan keputusan Kemenag RI Nomor 660 tahun 2021 yang menyebutkan bahwa pelaksanaan ibadah haji dibatalkan tahun ini.

“Kondisi Calhaj itu sudah divaksin semua, termasuk bagi calhaj lanjut usia (lansia) sebagai antisipasi instruksi pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Kami sudah persiapkan semua,” kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan Khaeroni  di Makassar, dilansir oleh Antara, Jumat, 4 Juni.

Dikabarkan keputusan ini diambil karena hingga saat ini Pemerintah Arab Saudi belum memberikan kepastian terkait kuota haji Indonesia, termasuk calon haji dari negara lainnya.

Apalagi, dalam UU Nomor 8 tahun 2019 juga memberikan amanah kepada pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada jamaah haji terkait faktor kesehatan, keamanan dan keselamatan. Namun pihak Kementerian Agama akan terus berupaya agar tahun ini pelaksanaan haji dan kuota yang diberikan kepada Indonesia untuk pemberangkatan Haji dapat dipertimbangkan.